Posts

Showing posts with the label database spasial

ArcGIS Server, Optimizing Map Services part 2, Registering Data

Image
Melanjutkan postingan yang lalu, sekarang saya akan membahas bagaimana cara meregistrasikan data spasial yang digunakan dalam sebuah Map Service. Ada dua cara registrasi data spasial agar bisa dikonsumsi dan di-publish dalam bentuk Map Service di ArcGIS Server. 1. Upload Data to the Server Fitur ini tersedia di ArcGIS Server versi 10 ke atas dan menjadi metode registrasi data secara default untuk ArcGIS Server 10 ke atas. Pada metode ini seluruh data di dalam MXD Project yang akan di-publish sebagai map service diupload ke dalam ArcGIS Server site. Prosesnya bisa dilakukan di ArcMap atau ArcGIS Server Manager. Dari menu file, klik Share As>Service. Metode ini paling simpel tapi mempunyai beberapa kelemahan. Yang pertama, karena seluruh data dicopy ke Server, kita akan bermasalah dengan kapasitas storage server apabila services yang di-publish jumlah dan volume datanya besar. Selain itu proses upload bisa jadi cukup lama dan menguras bandwith dan memory baik server maupun ...

ArcGIS Server, Optimizing Map Services part 1

Image
Map services, baik yang menggunakan ArcGIS server, Geoserver, Map Server, Mapguide, dan lain-lain memerlukan memory dan processing power agar dapat berfungsi sebagaimana peruntukannya. Namun demikian ketersediaan memory (RAM) dan processing power (CPU processor) di Server kita pada umumnya terbatas, sehingga kita perlu memikirkan strategi agar Map Services yang kita publish dapat melayani kebutuhan user secara efektif dan efisien (bahasa sederhananya, tidak lemot). Untuk penggunaan ArcGIS Server sebagai Map Services engine, ada tiga teknik atau fasilitas yang dapat digunakan untuk mengoptimalisasi ketersediaan Server Resources (RAM dan CPU) dengan goals dari Map Services yang kita bangun sehingga Map Services yang dipublish dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak lemot. 1. Pooling Pooling pada dasarnya adalah pengaturan pembatasan waktu untuk sebuah request dari client ke GIS Server untuk melaksanakan perintah tertentu terhadap Map Services. Request ini akan dilaksanakan o...

Multiuser Geodatabase Management chapter 2 (Multiuser Geodatabase Editing Behavior)

Image
Editing workflows pada multiuser/SDE geodatabase pada dasarnya ada dua jenis, yaitu NonVersioned dan Versioned editing. Non versioned editing merupakan worflow editing dimana perubahan atas data langsung disimpan di business table/atribut feature class. Workflow ini mirip mekanisme transaksi database pada umumnya. Perubahan pada data menggunakan skema non versioned langsung dapat dilihat oleh semua user yang mempunyai privileges untuk mengakses data tersebut. Sedangkan Versioned editing adalah workflow editing terisolasi, dimana seluruh perubahan yang dilakukan oleh seorang user tidak langsung disimpan ke dalam data, tetapi disimpan dalam sebuah delta table untuk direview sebelum data disimpan ke business table. Selain itu ada juga jenis Versioned editing yang memungkinkan untuk perubahan langsung disimpan di business table/atribut, workflow ini disebut workflow hybrid. Versioned/Non versioned editing hanya bisa dilakukan di level feature class dan feature dataset yang berisi data ve...

SDE Geodatabase Archiving

Image
SDE geodatabase mempunyai fitur pengarsipan yang dapat digunakan untuk mengarsipkan dan membackup data dari waktu ke waktu. Here are the steps (testing dilakukan menggunakan DBMS Microsoft SQL server dan PostgreSQL) 1. SDE geodatabase harus dalam kondisi versioned dan Archive enabled (Proses enabling archive hanya dapat dilakukan oleh user yang mempunyai role minimal database administrator) 2. Lakukan multiuser/multiclient editing sampai waktu tertentu (harian, mingguan, bulanan dst) 3. Pada waktu akan dilakukan pengarsipan, lakukan disabling archive (lihat gambar diatas), akan muncul pilihan untuk menghapus delta table/archive feature class atau tidak (lihat gambar di bawah), pilih No, atau No to All. DBMS akan membuat delta table/archive feature class menjadi normal feature class dengan tambahan nama _h, _h1 _h2 dst. 4. Rename data archive tersebut, atau pindahkan ke storage yg aman, Tanggal pengarsipan dapat dilihat di data atribut dari feature class hasil archiv...

Import Shapefile ke dalam Database PostgreSQL via PgAdmin (catatan kecil)

Import data spasial format shapefile ke dalam DBMS PostgreSQL selain dari client software seperti qgis dan arcgis, dapat juga dilakukan menggunakan PGAdmin 1. Install PostgreSQL 2. Install PostGIS via Application Stack Builder 3. Buka PGAdmin, koneksikan ke database Postgre 4. Dari Menu PGAdmin, klik menu Plugins>PostGIS Shapefile and DBF loader 5. Import 6. Test Koneksi dan display data dari client (ArcGIS atau QGIS), atau Web Based Client apabila ada. Thats it

Membuat SDE Geodatabase Menggunakan Microsoft SQL Server Express 2012 pada ArcGIS 10.2

Image
Membuat SDE geodatabase memiliki banyak keuntungan dibanding hanya menggunakan file geodatabase atau personal geodatabase. SDE geodatabase memungkinkan kita untuk melakukan multi user editing alias editing data spasial pada waktu yang bersamaan oleh banyak user (baik melalui desktop client /arcmap maupun web client /arcgis viewer for flex/javascript/silverlight). Untuk membuat SDE geodatabase, kita memerlukan DBMS (database management system). Pilihan yang tersedia antara lain Microsoft SQL Server, PostGreSQL, informix, oracle, dan beberapa lainnya. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan instalasi SDE geodatabase menggunakan Microsoft SQL Server 2012 Express dan ArcGIS 10.2 . Untuk lebih memahami konsep database server and client, idealnya percobaan ini dilakukan menggunakan dua komputer yang terhubung melalui jaringan. Satu komputer bertindak sebagai server, dan yang lain sebagai client. Tapi ini tidak harus, dengan satu komputer pun sudah bisa. Namun dalam percobaan in...

instalasi dan konfigurasi LizMap Web Client di Windows 7

Image
Lizmap adalah sebuah web client yang didedikasikan untuk menampilkan peta yang dibuat menggunakan Quantum GIS via Website, selain Quantum GIS Web Client yang merupakan webclient resmi dari Quantum GIS. Kelebihan Lizmap yang utama antara lain , kemampuan untuk mengelola banyak  proyek peta dalam satu atau lebih repository.  repository ini bisa diatur hak akses-nya melalui sebuah aplikasi backend Administrator (pendekatan Content Management System). Lizmap dikembangkan menggunakan standar HTML/CSS/PHP yang fungsionalitasnya bisa diperluas dari kondisi default. Lizmap juga mendukung caching sehingga proses penampilan peta dapat lebih cepat. Lebih lanjut tentang Lizmap beserta demo web-nya dapat dilihat di alamat ini . Berikut akan saya share urutan langkah instalasi dan konfigurasi Lizmap di Windows 7. 1. Unduh OSGeo Web Installer (lihat postingan ini untuk cara mengunduh dan menggunakan OSGeo Web Installer). 2. Install QGIS full, QGIS Server dan FCGI, untuk lebih detil...

Spatialite Sebagai Alternatif Personal/File Geodatabase

Image
Spatialite adalah sebuah ekstensi dari SQLite DBMS yang memungkinkan database SQLite menyimpan dan mengelola data spasial (Database spasial). Berbeda dengan PostGRE SQL/POSTGIS, SQLLite/Spatialite tidak dikembangkan dalam arsitektur Client-Server Database. Jadi file database bersifat kompak seperti database Microsoft Access (mdb) atau ESRI File Geodatabase (gdb).  Database ini cukup ringan dan sangat optimal untuk penyimpanan dan diseminasi data spasial yang ukurannya tidak terlalu besar, dan bisa menjadi alternatif untuk ESRI personal/file geodatabase, walaupun fitur yang ada tidak selengkap geodatabase.  Beberapa client software yang sudah mendukung SQLite/Spatialite antara lain QuantumGIS , dan MAPNIK.  Versi GUI dari Spatialite dapat diunduh dari alamat ini . Aplikasi ini dapat mengimport data Shapefile (shp) untuk dimasukkan ke dalam database SQlite, yang nanti dapat dipanggil dalam client software seperti Quantum GIS desktop dan Quantum GIS Client, atau...