Posts

Showing posts with the label fotogrametri

Satellite Imagery Orthorectification using DEM in ArcGIS Tutorial

Image
How to perform orthorectification in ArcGIS using DEM and imagery metadata

Importance of Geoid Offset In Orthorectification

Image
Orthorektifikasi melibatkan citra satelit, DEM dan data GPS sebagai titik ikat. Dilihat dari karakteristik elevasinya, DEM biasanya menggunakan tinggi orthometrik, sedangkan GPS dan RPC coefficient dari citra menggunakan tinggi ellipsoid. Proses orthorektifikasi secara langsung tanpa mempertimbangkan perbedaan elevasi antara tinggi ellipsoid dan tinggi orthometrik (geoid) akan mengakibatkan kesalahan dalam orthorektfikasi (walaupun GCP dan DEM-nya akurat/presisi). Contoh perbedaan Orthorektifikasi dengan koreksi geoid dan tanpa koreksi geoid dapat dilihat di gambar di bawah ( Orthorektifikasi dilakukan di ENVI 5.1 menggunakan DEM TERRASAR-X Resolusi 8 meter tanpa GCP, verifikasi akurasi kualitatif menggunakan RBI skala 25000 ). Citra Orb-View 3 Panchromatic ( 1 meter) Level BASIC ENHANCED (RPC file Attached)   Ortho tanpa koreksi Geoid Ortho dengan koreksi Geoid Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa koreksi geoid akan meningkatkan akurasi hasil orthorekti...

Orthorectify Aerial Photographs (Part 2. Orthorectify Aerial Photographs Using ENVI)

Image
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang orthorektifikasi foto udara, pada postingan kali ini saya akan coba uraikan bagaimana cara orthorektifikasi foto udara menggunakan software ENVI. Untuk informasi tambahan, selain di ENVI, software lain yang bisa mendukung orthorektifikasi foto udara antara lain PCI geomatica, ERDAS IMAGINE, SOCET SET, ILWIS, dan GRASS, dan juga mungkin software software pengolahan citra yang lain. Sebelumnya, monggo silahkan di download file KML berikut ini ( link ), kemudian coba tampilkan di google earth. silahkan diamati di daerah bergunung dimana disitu nampak efek relief displacement pada foto sangat besar. File KML ini dihasilkan dari koreksi geometrik menggunakan toolbar georeferencing ArcGIS. Dari hasil tersebut nampak bahwa georeferencing saja tidak cukup untuk mengkoreksi relief displacement. Anda bisa koreksi ulang dengan menambahkan GCP, meningkatkan orde transformasi polynomial-nya ke orde 2 dan yang lebih tinggi, tapi tetap tidak akan diperoleh ...

Orthorectify Aerial Photographs (Part 1. Nature of Aerial Photographs Geometric Distortion)

Image
Tulisan ini adalah bagian pertama dari Tutorial Orthorektifikasi Foto Udara. Foto udara disini adalah foto udara yang dihasilkan dari Kamera Metrik Fotogrametris/frame camera (film), bukan foto udara yang dihasilkan dari UAV custom yang biasanya menggunakan kamera pocket/SLR yang dipasang pada pesawat RC, walaupun prinsip yang digunakan (mungkin) relatif sama. Pada bagian pertama ini saya akan membahas tentang distorsi geometrik pada foto udara terlebih dahulu. Foto udara dari frame camera berbeda dengan foto udara atau citra multispektral airborne. Foto udara frame camera direkam secara serentak (sama dengan kamera analog dalam fotografi) dalam satu kali liputan perekaman. Yang dimaksud dengan serentak disini adalah seluruh energi elektromagnetik (pantulan cahaya matahari dari obyek di permukaan bumi) dari seluruh area liputan langsung diterima lensa dan kemudian direkam dalam film sebagai media perekam. Sedangkan untuk sistem digital (electronic airborne multispectral scanner) meka...

TUTORIAL ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT RESOLUSI SEDANG (CITRA ASTER)

Image
Orthorektifikasi adalah proses koreksi geometrik citra satelit atau foto udara untuk memperbaiki kesalahan geometrik citra yang bersumber dari pengaruh topografi, geometri sensor dan kesalahan lainnya. Hasil dari orthorektifikasi adalah citra tegak (planar) yang mempunyai skala seragam di seluruh bagian citra. Orthorektifikasi sangat penting untuk dilakukan apabila citra akan digunakan untuk memetakan dan mengekstrak informasi dimensi, seperti lokasi, jarak, panjang, luasan, dan volume. Citra tegak merupakan citra) yang telah dikoreksi segala kesalahan geometriknya, sebagai akibat dari mekanisme perekaman citra. Kesalahan geometrik citra dapat berasal dari sumber internal satelit dan sensor (sensor miring/off nadir) ataupun sumber eksternal, yang dalam hal ini adalah topografi permukaan bumi. Perekaman off nadir dan perbedaan ketinggian berbagai obyek di permukaan bumi menyebabkan adanya kesalahan citra yang disebut relief displacement. Relief displacement sendiri dapat didefinisi...

Tutorial Ekstraksi DEM Dari Citra Satelit Stereo Menggunakan ENVI (Contoh Kasus CItra ASTER Level 1A)

Image
Digital Elevation Model, selain dapat dibuat dari data kontur atau titik ketinggian melalui proses interpolasi, dapat juga dibuat dari citra satelit stereo melalui proses ekstraksi dem stereoskopis. DEM sendiri dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan seperti pembuatan peta lereng, peta aspek, menghitung volume galian, perencanaan BTS, pembuatan kontur dan lain – lain. Untuk membuat DEM dari citra stereo, diperlukan software yang mendukung fungsi tersebut. Beberapa software yang sudah mendukung untuk pembuatan DEM dari citra stereo antara lain ENVI, ERDAS IMAGINE, PCI Geomatica, dan SOCET SET. Adapun jenis sensor citra satelit yang sudah mendukung pencitraan stereo antara lain ALOS PRISM, ASTER, CARTOSAT-1, FORMOSAT-2, GeoEye-1, IKONOS, KOMPSAT-2, OrbView-3, Quickbird, WorldView-1, dan SPOT 1-7. Mekanisme perekaman stereo-nya bisa along track stereo viewing atau across track stereo viewing. Along track merupakan mekanisme perekaman stereo spontan sepanjang track satelit....

Membangun Rational Polynomial Coefficients (RPC) menggunakan ENVI

Image
Dalam pekerjaan fotogrametri digital menggunakan foto udara digital, cita satelit, dan radar, dikenal adanya istilah RPC atau Rational Polynomial Coefficient . RPC ini diturunkan dari Rational Polynomial Model yang menggambarkan hubungan geometris sensor satelit dengan permukaan asli tiga dimensi dari bumi. Dengan adanya RPC ini pekerjaan fotogrametris seperti ekstraksi DEM dan orthorektifikasi memungkinkan untuk dilakukan oleh pengguna citra umum. Latar belakang penciptaan RPC sebagai berikut. Pada Foto Udara konvensional (frame camera), setiap lokasi di permukaan bumi direkam dari satu posisi kamera (perekaman serentak seperti pada DSLR dan kamera poket). Dengan mekanisme perekaman dan geometri sensor -  obyek yang relatif simpel tersebut, maka transformasi koordinat dari koordinat citra yang bersifat dua dimensi ke permukaan bumi yang bersifat tiga dimensi bisa diwujudkan dalam bentuk persamaan matematis yang sederhana. Akan tetapi hal ini berbeda pada Citra satelit. Mayoritas...