Posts

Showing posts with the label DEM

Download Digital Elevation Model Data From ALOS PRISM Directly In QGIS (100% Free!!)

Image
ALOS-1 (also known as Daichi) was launched on January 24, 2006 and completed its operational phase on  May 12, 2011, after a successful five-year acquisition worldwide. ALOS was one of the world's largest earth observation satellites tasked with collecting high-resolution land observation data on a global scale. The satellite consists of three instruments: an altitude visible and near infrared radiation meter (AVNIR-2) for accurate observation of land cover, and an L-band synthetic aperture radar (PALSAR) phased array type for day and night and all weather conditions. Was installed. Panchromatic remote sensing device (PRISM) for stereo mapping.   The purpose of its mission was to provide the user community with enough data to create a map at a scale of 1: 25,000. Development of digital elevation models and related geographic data products. Conduct community observations to support the Sustainable Development Goals. Natural resource research; development of sensor and sate...

Polygon Volume Calculation Using DEM in QGIS

Image
Area and length measurement is very basic task in GIS. Almost every GIS software can do that. Things become harder if we want to calculate polygon volume in GIS. until few years ago, there is no simple and direct way to calculate polygon volume in GIS. Some GIS and Remote sensing software provide built in tool to do that, but these software usually have certain data format that is not easily converted into standard GIS format. Today the game has changed. Some developer has built a simple and intuitive plugin to calculate polygon volume using DEM as reference, and the most awesome aspect is, they made it in Quantum GIS / QGIS environment. This is a life saver because QGIS is a free software!. And here is my experience when I try those new developed plugin to calculate polygon volume in QGIS. ArcGIS doesnt have this luxury.  

Extract DEM from Stereo Satellite Imagery Using Agisoft Metashape

Image
Agisoft Metashape (formerly Agisoft Photoscan) is a well known Photogrammetric UAV/Drone Processing software. Using this software you can make DEM, DSM, DTM, orthophotos, orthomosaics, and 3D model from Drone / UAV survey. In the latest version, this software expanded its capabilities not only enable to process UAV/Drone Photos, but also Stereo / Tri Stereo Satellite Imagery. This feature is awesome because existing Stereo Satellite imagery processing is only can be facilitated by expensive remote sensing software like ERDAS IMAGINE, ENVI, PCI Geomatica, Socet Set. Different with dedicated remote sensing software, Agisoft Metashape can generate DEM without GCPs. Photogrammetry become more simple, altough if we talks about accuracy, that is another problem. Anyway here is my experiment and experience when I am trying the Agisoft Metashape for stereo satellite imagery processing. 

DEM Creation from Sentinel 1 Imagery using SAR Interferometry Approach (Video Tutorial)

Image
DEM ( Digital Elevation Model ) extraction is one of popular topic in GIS and Remote Sensing. There are so many ways and methods to produce a DEM. You can use survey data in points format then interpolate it to became raster DEM, or using contour lines to generate DEM. Almost every GIS and Remote Sensing can do this kind of analysis. The better approach and yielding a better result is using Photogrammetry techniques. For photogrammetry, you needs satellite imagery or aerial photographs that has image overlap between flight line that later can be opened together in a photogrammetric software, and then from the overlaps, height and elevation information could be reconstructed and sampled together in their respective grids, and finally a DEM has been created.  Recent development of survey technology has introduce us to LIDAR technology that enabling us to get a DEM in superfine resolution and covering large area. UAV technology is also progressed so much even photogrammetry survey can...

Pembuatan DEM Menggunakan Teknik Interferometri SAR (Eksperimen menggunakan Tandem Mission ERS 1 dan ERS 2 SAR)

Image
Tulisan ini berangkat dari postingan saya dua tahun yang lalu di SINI dan di SINI . Setelah lewat dua tahun, saya semakin memahami konsep, proses dan metode teknis dari INSAR. Kunci pentingnya sudah saya kemukakan di dua postingan di atas, yaitu koherensi. Koherensi yang bagus hanya dapat diperoleh jika, (1) selisih waktu perekaman citra SAR nya sesingkat mungkin (terutama untuk frekuensi C-Band)  (2) perpendicular baseline lengthnya cukup panjang tapi juga tidak terlalu panjang (100- 1000 m) Kemarin, saya akhirnya mengetahui proses download data SAR yang lengkap dari ESA (akan saya posting tutorialnya di youtube channel geo2004). Dari situ saya memperoleh informasi tentang adanya tandem mission antara satelit ERS-1 dan ERS-2 pada tahun 1995-1997, yang memungkinkan untuk memperoleh data SAR interferometri dengan selisih waktu 1 hari. Saya kemudian mendownload satu pair untuk wilayah Yogyakarta (direkam pada tanggal 21 mei 1996 dan 22 mei 1996), dan memprosesnya di ESA SNAP. ...

Download Data DEM DEMNAS Resolusi 8 meter Secara Cepat

Image
Kebutuhan Data DEM (Digital Elevation Model) sangat tinggi untuk praktisi GIS di Indonesia. Data DEM yang sekarang tersedia kebanyakan beresolusi sangat kasar, seperti SRTM dengan resolusi 30 dan 90 meter, ASTER GDEM dengan resolusi 30 meter, ALOS World3D, NASADEM dan produk DEM global lain rata - rata hanya memiliki resolusi di atas 30 meter.  Resolusi 30 meter untuk sebagian aplikasi mungkin cukup, seperti misalnya untuk analisis ketinggian level provinsi atau pulau. Tapi resolusi ini jelas tidak cukup untuk analisis yang memerlukan skala lebih besar seperti Skala 25.000 atau 10.000.  Untunglah Badan Informasi Geospasial (BIG) telah mempublikasikan data DEM Nasional untuk seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi yang cukup tinggi, yaitu 8 meter. Dengan resolusi ini, peluang pemanfaatan untuk pemetaan yang lebih detil skalanya menjadi lebih memungkinkan. Seperti misalnya analisis kerawanan longsor pada skala kabupaten, jelas akan lebih tepat sasaran apabila menggunakan data ...

How to download SRTM DEM Directly in QGIS

Image
SRTM DEM is one of the most popular and most widely used Digital Elevation Model (DEM) data at the global level. The DEM itself actually is quite old because it is coming from SAR Survey using Space Shuttle in the year 2000. SRTM DEM generated from interferometric processing of two SAR antennas mounted on the space shuttle and using two bands configuration, one using X-band and the other is using C-band. X-band SAR of SRTM is considered experimental so it is doesn't have full coverage like its counterpart C-band SAR. Because it is coming from SAR interferometry, the resulted DEM is still considered as DSM (Digital Surface Model) and not be treated as DTM (Digital Terrain Model). Although conversion to DTM is somewhat possible (I also have made a tutorial about how to do it in another post), the result is can't be standardized due to its medium resolution. But because there is no on-par DEM data on a global scale at medium resolution like SRTM DEM, the data is still found popula...

Data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dan Batimetri Nasional dirilis

Image
Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) saat ini telah menyelesaikan dan merilis produk data Digital Elevation Model (DEM) nasional untuk seluruh wilayah Indonesia pada resolusi 0.27 arcsecond. Data dapat diunduh dari LINK ini. Data ini akan sangat bermanfaat untuk akselerasi kegiatan pemetaan dan peningkatan kualitas dan kuantitas output pemetaan di Indonesia, sekaligus mengurangi gap dan inkonsistensi berbagai data spasial yang sudah dan akan dihasilkan di masa depan (baik tematik maupun geometrik) satu langkah besar menuju Indonesia Maju 2045.

How to make DTM from DSM DEM Processing in QGIS Tutorial

Image
how to make DTM (digital terrain model) from DSM (digital surface model) in QGIS Tutorial. This tutorial is using QGIS Version 3.2 Bonn. Check this out  

Perbedaan SRTM C-Band DEM dan SRTM X-Band DEM

Image
Saya tidak tahu apakah sudah banyak orang yang mengetahui apa tidak, tapi saya baru tahu belakangan ini bahwa DEM dari data SRTM itu ada dua versi. Bukan dua versi resolusi spasial (30 meter dan 90 meter) yang saya maksud, tetapi dari dua sensor SAR yang berbeda. Sebagaimana yang kita ketahui, SRTM adalah misi pemetaan topografi global menggunakan two pass interferometry along track menggunakan wahana pesawat ulang alik yang dipasangi sensor Radar SAR. Misi ini dilaksanakan tahun 2000 dan menghasilkan data DEM dengan resolusi 90 meter dan 30 meter untuk seluruh dunia (kecuali daerah dekat lintang tinggi). Misi SRTM dilaksanakan setelah misi pendahuluan sukses dilaksanakan tahun 1994 (misi SIR-C/X-SAR). Hanya misi tahun 1994 tidak dilaksanakan dalam konfigurasi interferometri, sehingga tidak dapat menghasilkan data DEM. Nah misi SRTM tahun 2000 menggunakan sensor dan wahana yang sama dengan misi tahun 1994, sehingga dalam misi ini terdapat dua sensor SAR, satu sensor beroperasi di...

DEM Interferometri Menggunakan ALOS PALSAR Data

Image
Setelah minggu lalu mencoba interferometri dengan Sentinel 1 dan ESA SNAP, minggu ini saya mencoba kembali percobaan interferometri untuk memperoleh DEM, tetapi menggunakan data ALOS PALSAR dan ENVI SARSCAPE. Percobaan saya lakukan dua kali, pertama menggunakan pasangan data ALOS PALSAR Level 1.1 FBS (Fine Beam Single) SLC, dan percobaan kedua menggunakan ALOS PALSAR Level 1.0 FBD (Fine Beam Double) RAW. Untuk pasangan data pertama selisih temporalnya cukup panjang, hampir 10 bulan, sementara untuk percobaan kedua selisih temporalnya lebih singkat, hanya 46 hari. Tahapan pemrosesan yang dilakukan di Percobaan pertama meliputi: 1. Data Import (Sarscape>Import Data>SAR Spaceborne>ALOS PALSAR) 2. Simulated Orbit Correction menggunakan DEM(Sarscape>General Tools>Orbit Correction>automatic Orbit Correction). DEM yang dipakai adalah SRTM90 3. Interferogram Generation (Sarscape>interferometry>Phase Processing>Interferometry Workflow>Interferogram Generation)...

DEM Interferometri Menggunakan Sentinel 1 SAR Data (Eksperimen)

Image
Sudah lama sekali saya tidak memperbarui blog ini dengan sebuah tulisan, dan kali ini ada sebuah momen yang saya rasa penting untuk saya tulis. Selain untuk arsip dari apa – apa yang telah saya pelajari, barangkali bisa bermanfaat juga untuk anda pembaca. Tulisan ini bermula dari ketertarikan saya mengikuti kurus penginderaan jauh radar/gelombang mikro yang diadakan oleh ESA (European Space Agency) dalam format online dengan judul ECHOES IN SPACE. Kursus ini gratis dan dapat diikuti siapa saja yang telah memiliki basic pengetahuan penginderaan jauh (cek link INI untuk berpartisipasi). Dari kursus ECHOES IN SPACE, pengetahuan penginderaan jauh system radar/SAR saya jauh meningkat, terutama tentang konsep – konsep teoritisnya, dan hubungannya dengan aplikasi praktisnya. Selama ini memang saya lebih banyak berkutat di penginderaan jauh system optik, dan jarang berkutat di Gelombang Mikro. Meskipun beberapa praktek teknis Radar seperti pembuatan komposit multipolarisasi, geocoding...

ALOS GLOBAL DEM 30 Meter Going Free of Charge

Image
Setelah ASTER GDEM dan SRTM, Data DEM (lebih tepatnya DSM) dari satelit ALOS telah direlease secara free of charge oleh JAXA dengan nama ALOS World 3D30 Dataset. Data ini diturunkan dari perekaman stereo satelit ALOS PRISM dengan resolusi 2.5 meter yang menghasilkan DSM dengan resolusi 5 meter. Data ini kemudian di-resample menjadi resolusi 30 meter dan dilepas ke publik secara cuma-cuma. Untuk proses resamplingnya sendiri ada dua metode, yaitu menggunakan filter Average dan filter Median dan kedua hasil resampling diberikan dalam satu paket data download. Biarpun coverage-nya masih belum lengkap (banyak area void/blank yang disebabkan tutupan awan), tampaknya sejauh ini data ini merupakan data topografi paling detil untuk resolusi 30 meter. Secara visual kedetilannya bahkan mengalahkan ASTER GDEM dan SRTM. Contohnya dapat dilihat di gambar di bawah ini dimana saya mengambil contoh tampilan pesisir utara Pulau Bali. Data dapat di download dari situs di bawah ini tapi harus reg...

Calculating Volume From A Raster Data, PCI Geomatica style

Image
Menghitung volume dari sebuah data raster (misalnya DEM) biasanya memerlukan beberapa tahapan yang hmm sedikit ribet. Tapi di software PCI Geomatica tidak seperti itu. Dengan kemampuan Spatial Modeler EASI/PACE kalkulasi volume dari data raster dapat dilakukan dengan mudah. Berikut ini saya beri contoh kasus Dirjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun sebuah bendungan di Trenggalek Jawa Timur dengan nama Bendungan Tugu. Daerah Genangan sudah dipetakan dan Pak Menteri ingin mengetahui volume genangan dari estimasi luasan genangan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan tersebut, Badan Informasi Geospasial telah memberikan sebuah data DEM dari pemrosesan Citra SAR TerraSAR-X dengan resolusi spasial 8 meter. Lets Solve it in software PCI Geomatica!. Saya menggunakan PCI Geomatica versi tahun 2014.  1. Pertama buka Geomatica Focus, dan munculkan layer DEM dan Polygon Genangan (Pastikan menggunakan cartesian coordinate ...

Importance of Geoid Offset In Orthorectification

Image
Orthorektifikasi melibatkan citra satelit, DEM dan data GPS sebagai titik ikat. Dilihat dari karakteristik elevasinya, DEM biasanya menggunakan tinggi orthometrik, sedangkan GPS dan RPC coefficient dari citra menggunakan tinggi ellipsoid. Proses orthorektifikasi secara langsung tanpa mempertimbangkan perbedaan elevasi antara tinggi ellipsoid dan tinggi orthometrik (geoid) akan mengakibatkan kesalahan dalam orthorektfikasi (walaupun GCP dan DEM-nya akurat/presisi). Contoh perbedaan Orthorektifikasi dengan koreksi geoid dan tanpa koreksi geoid dapat dilihat di gambar di bawah ( Orthorektifikasi dilakukan di ENVI 5.1 menggunakan DEM TERRASAR-X Resolusi 8 meter tanpa GCP, verifikasi akurasi kualitatif menggunakan RBI skala 25000 ). Citra Orb-View 3 Panchromatic ( 1 meter) Level BASIC ENHANCED (RPC file Attached)   Ortho tanpa koreksi Geoid Ortho dengan koreksi Geoid Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa koreksi geoid akan meningkatkan akurasi hasil orthorekti...

Download Data DEM resolusi tinggi dari Portal INA-SDI

Image
Tanpa banyak basa basi, here are the steps 1. Buka ArcMap, kemudian Munculkan window catalog, lihat di bagian bawah di bagian GIS Server. Klik Add ArcGIS Server. 2.  Pilih Use GIS Services, kemudian masukkan URL seperti gambar di bawah. 3. Setelah Connect tampilan akan seperti di bawah, browse Folder DEM, ada beberapa DEM dalam bentuk Image Service yang tersedia. Untuk mendownload, cukup drag and drop layer DEM ke View ArcMap. Download bisa dilakukan dengan cara klik kanan nama layer kemudian klik Export Data.   4. Last Note, jangan senang dulu, BIG telah membatasi ukuran data yang bisa didownload dalam setiap sesi download, jadi jangan serakah, ambil data seperlunya saja, kalau butuh wilayah yang luas ya harus tekun mengunduh tile per tile. Bersyukur saja karena pemerintah telah mengusahakan data kualitas tinggi secara gratis. 

MEMBUAT HILLSHADE TINTING BERBASIS CITRA SATELIT MENGGUNAKAN ER MAPPER

Image
Dalam pembuatan peta hillshade, seringkali kita menggunakan pewarnaan (color mapping) berdasarkan ketinggian untuk lebih menekankan kesan topografi dan perbedaan elevasi. Secara kartografis peta hillshade yang diwarnai (tinting) juga lebih indah, berkesan seni, dan lebih membantu dalam proses interpretasi kenampakan topografis. Selain penggunaan perbedaan elevasi sebagai dasar pewarnaan, kita juga bisa menggunakan informasi spektral dari citra satelit untuk memberi warna pada peta hillshade. Penggunaan citra satelit sebagai dasar pewarnaan akan lebih menggambarkan bentuk kenampakan penutup lahan di atas hillshade, sehingga dapat memperkaya informasi. Hillshade tinting berbasis citra satelit sebenarnya dapat dilakukan di banyak software pengolahan citra dan SIG, tapi untuk kasus ER MAPPER, ada beberapa kelebihan dibanding software yang lain. Kelebihan itu antara lain keleluasaan dalam mengatur sudut ketinggian matahari (elevation angle) dan sudut arah datang matahari (azimut...

Tutorial Ekstraksi DEM Dari Citra Satelit Stereo Menggunakan ENVI (Contoh Kasus CItra ASTER Level 1A)

Image
Digital Elevation Model, selain dapat dibuat dari data kontur atau titik ketinggian melalui proses interpolasi, dapat juga dibuat dari citra satelit stereo melalui proses ekstraksi dem stereoskopis. DEM sendiri dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan seperti pembuatan peta lereng, peta aspek, menghitung volume galian, perencanaan BTS, pembuatan kontur dan lain – lain. Untuk membuat DEM dari citra stereo, diperlukan software yang mendukung fungsi tersebut. Beberapa software yang sudah mendukung untuk pembuatan DEM dari citra stereo antara lain ENVI, ERDAS IMAGINE, PCI Geomatica, dan SOCET SET. Adapun jenis sensor citra satelit yang sudah mendukung pencitraan stereo antara lain ALOS PRISM, ASTER, CARTOSAT-1, FORMOSAT-2, GeoEye-1, IKONOS, KOMPSAT-2, OrbView-3, Quickbird, WorldView-1, dan SPOT 1-7. Mekanisme perekaman stereo-nya bisa along track stereo viewing atau across track stereo viewing. Along track merupakan mekanisme perekaman stereo spontan sepanjang track satelit....

Membangun Rational Polynomial Coefficients (RPC) menggunakan ENVI

Image
Dalam pekerjaan fotogrametri digital menggunakan foto udara digital, cita satelit, dan radar, dikenal adanya istilah RPC atau Rational Polynomial Coefficient . RPC ini diturunkan dari Rational Polynomial Model yang menggambarkan hubungan geometris sensor satelit dengan permukaan asli tiga dimensi dari bumi. Dengan adanya RPC ini pekerjaan fotogrametris seperti ekstraksi DEM dan orthorektifikasi memungkinkan untuk dilakukan oleh pengguna citra umum. Latar belakang penciptaan RPC sebagai berikut. Pada Foto Udara konvensional (frame camera), setiap lokasi di permukaan bumi direkam dari satu posisi kamera (perekaman serentak seperti pada DSLR dan kamera poket). Dengan mekanisme perekaman dan geometri sensor -  obyek yang relatif simpel tersebut, maka transformasi koordinat dari koordinat citra yang bersifat dua dimensi ke permukaan bumi yang bersifat tiga dimensi bisa diwujudkan dalam bentuk persamaan matematis yang sederhana. Akan tetapi hal ini berbeda pada Citra satelit. Mayoritas...

Data Batimetri Resolusi Menengah GEBCO (1 km)

Image
The General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO) bathymetry data merupakan salah satu jenis data batimetri global yang dikembangkan oleh GEBCO. Data batimetri ini merupakan salah satu data batimetri dengan resolusi terbaik (30 arc second, atau 1 kilometer di ekuator) yang tersedia secara bebas unduh untuk seluruh samudera dan lautan di bumi. Data batimetri GEBCO didistribusikan dalam format netCDF dan mrSID. Walaupun format netCDF sudah didukung oleh software komersial seperti ArcGIS dan lain - lain. Proses importnya biasanya tidak mudah karena harus memasukkan header data secara manual. Agar dapat diimport dengan mudah, kita memerlukan software NetCDF yang dikembangkan oleh GEBCO sendiri, yang dapat diunduh di sini .  Software GMT GEBCO tidak dapat langsung dieksekusi jika tidak ada data batimetri GEBCO global yang diletakkan di folder yang sama dengan folder aplikasi, oleh karena itu data batimetri GEBCO harus diunduh dulu dari link ini . Anda harus melakukan registrasi akun...