Posts

Batch Convert MXDs To Previous Version ( The Power Of Phyton Part 3)

Image
A friend just asked me to help her dealing with some ArcGIS 10.2 MXDs while she currently only has access to ArcGIS 10.1, and yes her ArcMap wouldnt open the MXDs. Version differences sure could be real pain in the ass if you are working in multi environment map making. So make sure you are using newest version available in the market (no need to waiting for the crack because "the good guy" ESRI is so kind to give us, literally, 2 months trial, but, actually it is a lifetime trial if you are evil enough to figure out the way). The conversion method is pretty easy and straightforward (even elementary student can do it). But, it will be at different level if you got a bunch of MXDs stored in a bunch of folders, and you need to convert it all. How will you do it? doing it one by one is a disaster man.You will eventually losing precious time while you could use it to go date with some girls out there.  Fortunately, we got phyton which proven to be life saver at difficult ...

How to open ALOS CEOS Format in ArcGIS 10.x

Image
ALOS adalah satelit penginderaan jauh milik jepang yang diluncurkan tahun 2006 dan berhenti beroperasi pada tahun 2011. Satelit ini membawa tiga sensor pencitraan, yaitu AVNIR-2 (beroperasi pada mode multispektral 4 saluran Blue-Green-Red-NIR dengan resolusi spasial 10 meter), PRISM (beroperasi pada mode pankromatik secara triple stereo dengan resolusi 2.5 meter) dan PALSAR (sensor SAR dual polarisasi). Citra ALOS banyak digunakan di Indonesia selain karena cakupan wilayahnya yang luas harganya juga relatif murah (3-5 juta rupiah per scene). Citra ALOS didistribusikan dalam dua format, geotiff (*.tif) dan CEOS format. Untuk format geotiff kebanyakan software bisa membuka data ini tanpa masalah, namun untuk format CEOS sampai saat ini hanya software pengolahan citra digital penginderaan jauh yang baru bisa membukanya (ENVI, ERDAS, PCI dan mungkin juga yang lain). ESRI Jepang beberapa waktu yang lalu telah merilis sebuah tool dalam bentuk toolbox agar format CEOS dapat dibuka di software...

ArcGIS Server, Optimizing Map Services part 2, Registering Data

Image
Melanjutkan postingan yang lalu, sekarang saya akan membahas bagaimana cara meregistrasikan data spasial yang digunakan dalam sebuah Map Service. Ada dua cara registrasi data spasial agar bisa dikonsumsi dan di-publish dalam bentuk Map Service di ArcGIS Server. 1. Upload Data to the Server Fitur ini tersedia di ArcGIS Server versi 10 ke atas dan menjadi metode registrasi data secara default untuk ArcGIS Server 10 ke atas. Pada metode ini seluruh data di dalam MXD Project yang akan di-publish sebagai map service diupload ke dalam ArcGIS Server site. Prosesnya bisa dilakukan di ArcMap atau ArcGIS Server Manager. Dari menu file, klik Share As>Service. Metode ini paling simpel tapi mempunyai beberapa kelemahan. Yang pertama, karena seluruh data dicopy ke Server, kita akan bermasalah dengan kapasitas storage server apabila services yang di-publish jumlah dan volume datanya besar. Selain itu proses upload bisa jadi cukup lama dan menguras bandwith dan memory baik server maupun ...

ArcGIS Server, Optimizing Map Services part 1

Image
Map services, baik yang menggunakan ArcGIS server, Geoserver, Map Server, Mapguide, dan lain-lain memerlukan memory dan processing power agar dapat berfungsi sebagaimana peruntukannya. Namun demikian ketersediaan memory (RAM) dan processing power (CPU processor) di Server kita pada umumnya terbatas, sehingga kita perlu memikirkan strategi agar Map Services yang kita publish dapat melayani kebutuhan user secara efektif dan efisien (bahasa sederhananya, tidak lemot). Untuk penggunaan ArcGIS Server sebagai Map Services engine, ada tiga teknik atau fasilitas yang dapat digunakan untuk mengoptimalisasi ketersediaan Server Resources (RAM dan CPU) dengan goals dari Map Services yang kita bangun sehingga Map Services yang dipublish dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak lemot. 1. Pooling Pooling pada dasarnya adalah pengaturan pembatasan waktu untuk sebuah request dari client ke GIS Server untuk melaksanakan perintah tertentu terhadap Map Services. Request ini akan dilaksanakan o...

Vector Georeferencing / Spatial Adjusment, Consider the transformation method before your head explode!

Image
Georeferencing, sederhananya adalah proses mentransformasikan koordinat lokal (kartesian) ke koordinat bumi (geodetik/kartesian).  Georeferencing bisa dilakukan baik untuk data format raster maupun vektor. Georeferencing raster contohnya antara lain transformasi koordinat peta hasil scan ke peta yang sudah tergeoreferensi. Koreksi geometrik citra satelit (termasuk orthorektifikasi) termasuk juga dalam kategori raster georeferencing. Sedangkan georeferencing vektor kalau di dalam terminologi ArcGIS dikenal dengan istilah "spatial Adjustment". Orang sering mengatakan vector georeferencing adalah proses georeferencing yang sangat menyakitkan karena seringkali hasilnya malah tidak karuan, peta yang dihasilkan terdeformasi kemana-mana dan tidak persis berimpit dengan data referensi. Well, sebenarnya tidak jika anda memahami karakteristik error dari data yang akan digeoreferensi. Error pada data vektor yang tidak terdefinisi koordinatnya (menggunakan koordinat lokal, atau dari pe...

Importance of Geoid Offset In Orthorectification

Image
Orthorektifikasi melibatkan citra satelit, DEM dan data GPS sebagai titik ikat. Dilihat dari karakteristik elevasinya, DEM biasanya menggunakan tinggi orthometrik, sedangkan GPS dan RPC coefficient dari citra menggunakan tinggi ellipsoid. Proses orthorektifikasi secara langsung tanpa mempertimbangkan perbedaan elevasi antara tinggi ellipsoid dan tinggi orthometrik (geoid) akan mengakibatkan kesalahan dalam orthorektfikasi (walaupun GCP dan DEM-nya akurat/presisi). Contoh perbedaan Orthorektifikasi dengan koreksi geoid dan tanpa koreksi geoid dapat dilihat di gambar di bawah ( Orthorektifikasi dilakukan di ENVI 5.1 menggunakan DEM TERRASAR-X Resolusi 8 meter tanpa GCP, verifikasi akurasi kualitatif menggunakan RBI skala 25000 ). Citra Orb-View 3 Panchromatic ( 1 meter) Level BASIC ENHANCED (RPC file Attached)   Ortho tanpa koreksi Geoid Ortho dengan koreksi Geoid Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa koreksi geoid akan meningkatkan akurasi hasil orthorekti...

Power Of Phyton Scripting In ArcGIS ( Useful Codes)

Some Useful Phyton Codes For Batch Geoprocessing Batch Clip Geoprocessing Tool import arcpy import os # The workspace environment needs to be set before ListFeatureClasses # to identify which workspace the list will be based on arcpy.env.workspace = "c:/data" out_workspace = "c:/data/results/" clip_features = "c:/data/testarea/boundary.shp" # Loop through a list of feature classes in the workspace for fc in arcpy.ListFeatureClasses(): # Set the output name to be the same as the input name, and # locate in the 'out_workspace' workspace # output = os.path.join(out_workspace, fc) # Clip each input feature class in the list # arcpy.Clip_analysis(fc, clip_features, output, 0.1) Batch Save Layer In MXD # import Phyton Geoprocessing Module import arcpy # set up MXD location mxd = arcpy.mapping.MapDocument("E:\PII_Aceh2014\PII_Aceh2014\PETA INFRASTRUKTUR INDONESIA\ALBUM PETA\A3\Kabupaten\ACEHTAMIANG_201...